January 4, 2014


Versi materi oleh D Endarto


Faktor-faktor yang mendorong jalannya perubahan adalah sebagai berikut.

1) Kontak dengan Kebudayaan Lain
Kontak dengan kebudayaan lain akan mendorong terjadinya perubahan, karena unsurunsur kebudayaan tersebut akan saling menyebar dari masyarakat satu ke masyarakat lainnya. Peristiwa itu disebut difusi, yaitu suatu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari orang perorangan kepada orang perorangan lain, dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain.

Antara difusi dan akulturasi terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah bahwa kedua proses tersebut memerlukan adanya suatu kontak. Tanpa suatu kontak tersebut tidak mungkin kedua proses tersebut berlangsung. Akan tetapi dalam proses difusi berlangsungnya kontak tersebut tidak perlu ada secara langsung dan kontinu, sedangkan akulturasi memerlukan hubungan yang dekat, langsung, serta kontinu (ada kesinambungan).

Proses difusi dapat menyebabkan lancarnya proses perubahan, karena difusi tersebut memperkaya dan menambah unsur-unsur kebudayaan, yang seringkali memerlukan perubahan-perubahan dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan atau bahkan penggantian lembaga-lembaga kemasyarakatan lama dengan yang baru.

2) Sistem Pendidikan Formal yang Maju
Pendidikan mengajarkan manusia untuk dapat berpikir secara objektif, yang akan dapat memberikan kemampuan baginya untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan zaman atau tidak. Pendidikan memberikan suatu nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam membuka pikirannya serta menerima halhal yang baru dan juga bagaimana cara berpikir secara ilmiah.

3) Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Keinginan-Keinginan untuk Maju
Masyarakat akan memberikan pendorong bagi usaha-usaha untuk mengadakan penemuan-penemuan baru apabila memiliki sikap menghargai hasil karya orang lain dan memiliki keinginan untuk maju.

4) Toleransi terhadap Perbuatan-Perbuatan yang Menyimpang (Deviation)
yang Bukan merupakan Delik Artinya apabila masyarakat menerima suatu bentuk tindakan yang berbeda dari kebiasaan masyarakat yang perbuatan tersebut bukan berupa kejahatan.

5) Sistem Terbuka dalam Lapisan-Lapisan Masyarakat (Open Stratification)
Sistem yang terbuka memungkinkan adanya gerak sosial vertikal yang luas yang berarti memberi kesempatan bagi orang-perorangan untuk maju atas dasar kemampuankemampuannya. Dalam keadaan demikian, seseorang mungkin akan mengadakan indentifikasi dengan warga-warga yang mempunyai status yang lebih tinggi.

6) Penduduk yang Heterogen
Masyarakat-masyarakat yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial yang mempunyai latar belakang kebudayaan yang berbeda, ras yang berbeda, ideologi yang berbeda dan seterusnya, mempermudah terjadinya pertentangan-pertentangan yang menyebabkan kegoncangan-kegoncangan. Keadaan tersebut merupakan pendorong bagi terjadinya perubahan-perubahan dalam masyarakat.

7) Ketidakpuasan Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Kehidupan Tertentu
Keadaan ini apabila telah terjadi dalam waktu yang lama, serta masyarakat mengalami tekanan-tekanan dan kekecewaan, dapat menyebabkan timbulnya suatu revolusi dalam masyarakat tersebut.

8) Orientasi ke Masa Depan

9) Nilai bahwa Manusia Harus Senantiasa Berusaha untuk Memperbaiki Hidupnya.

0 komentar:

Post a Comment