October 27, 2014

Versi materi oleh D Endarto


Masa Meletusnya G 30 S/PKI - Pada hari Kamis malam, tanggal 30 September 1965 PKI mulai melancarkan gerakan perebutan kekuasaan dengan nama Gerakan 30 September atau kemudian dikenal dengan G 30 S/PKI. Gerakan PKI secara militer dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung Sutopo, komandan Batalyon I Resimen Cakrabirawa, yaitu pasukan pengawal presiden dan mulai bergerak dini hari tanggal 1 Oktober 1965. Enam orang perwira tinggi dan seorang perwira pertama Angkatan Darat dibunuh dan atau diculik dari tempat kediaman masing-masing.

Mereka diculik kemudian dibunuh secara kejam oleh anggota-anggota Pemuda Rakyat, Gerwani, dan ormas PKI yang telah menunggu di Lubang Buaya, sebuah desa yang terletak di sebelah selatan lapangan terbang Halim Perdanakusumah, Jakarta. Bersama-sama dengan para korban lainnya yang telah dibunuh di tempat kediaman mereka, jenazah dimasukkan ke dalam sebuah lubang sumur tua di desa tersebut.

Keenam perwira tinggi tersebut adalah sebagai berikut.
a. Letnan Jenderal Ahmad Yani.
b. Mayor Jenderal R. Soeprapto.
c. Mayor Jenderal Haryono Mas Tirtodarmo.
d. Mayor Jenderal Suwondo Parman.
e. Brigade Jenderal DI Panjaitan.
f. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.


Pahlawan revolusi


Jenderal Abdul Haris Nasution, pada waktu itu Menteri Kompartemen Hankam/Kepala Staf Angkatan Bersenjata, yang menjadi sasaran utama berhasil meloloskan diri dari usaha penculikan, tetapi putri beliau, Ade Irma Suryani Nasution, tewas akibat tembakan tembakan para penculik. Letnan Satu Piere Tendean, ajudan Jenderal A.H. Nasution adalah perwira pertama juga menjadi korban dalam peristiwa ini. Dalam usaha penculikan tersebut, tewas pula Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun, pengawal rumah Wakil Perdana Menteri II Dr.J.Leimena yang berdampingan dengan rumah Jenderal A.H. Nasution. Bersama pengawalpengawal lainnya, Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun mengadakan perlawanan ketika mereka akan diamankan para penculik sebelum memasuki rumah Jenderal A.H. Nasution.

PKI dengan G 30 S/PKI-nya dalam usaha melumpuhkan kekuatan ABRI di Jawa Tengah, terutama TNI-AD juga mengadakan gerakan yang sama menculik pimpinan teras TNI-AD di Jawa Tengah. Komando Korem 072 dan Kepala Staf Korem 072, Kolonel Katamso Dharmokusumo dan Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto, diculik di rumah dan di markas Korem 072 Yogyakarta. Kedua tokoh TNI tersebut kemudian dibawa ke markas batalyon “L” di desa Kentungan sebelah utara kota Yogyakarta. Setelah disiksa secara keji dan biadab tanpa mengenal nilai kemanusiaan akhirnya dibunuh.

Pada Jumat pagi, tanggal 1 Oktober 1965, “Gerakan 30 September “, telah berhasil menguasai dua buah sarana komunikasi yang vital, yaitu studio RRI pusat dan kantor PN Telekomunikasi, Jakarta.

Melalui RRI tersebut G 30 S/PKI mengumumkan beberapa hal di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Pada pukul 07.20 dan diulang pada pukul 08.15, disiarkan pengumuman tentang Gerakan 30 September telah melakukan tindakan yang ditujukan kepada “Jenderaljenderal anggota Dewan Jenderal yang akan mengadakan perebutan kekuasaan terhadap pemerintah”.
b. Siang harinya, pukul 13.00 kembali disiarkan sebuah dekrit tentang pembentukan Dewan Revolusi di pusat dan di daerah-daerah serta pendemisioneran kabinet Dwikora..
c. Pada pukul 14.00 diumumkan susunan Dewan Revolusi yang terdiri dari 45 orang dan diketuai oleh Letkol Untung Sutopo.


Sekian materi mengenai Masa Meletusnya G 30 S/PKI, semoga bermanfaat.

0 komentar:

Post a Comment